Home Index 40 Hadits Pilihan Nawawi 23. Suci itu Sebagian dari Iman

23. Suci itu Sebagian dari Iman

E-mail Cetak PDF

عَنْ أَبِيْ مَالِكْ الْحَارِثِي ابْنِ عَاصِم اْلأَشْعَرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الطُّهُوْرُ شَطْرُ اْلإِيْمَانِ، وَالْحَمْدُ للهِ تَمْلأُ الْمِيْزَانِ، وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ تَمْلأُ – أَوْ تَمْلآنِ – مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ، وَالصَّلاَةُ نُوْرٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ، وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ. كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَباَئِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوْبِقُهَا

[رواه مسلم]


Dari Abu Malik, Al Harits bin Al Asy'ari radhiyallahu 'anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi was allam bersabda: ‘Suci itu sebagian dari iman, (bacaan) alhamdulillaah memenuhi timbangan[1], (bacaan) subhaanallaah dan alhamdulillaah keduanya memenuhi ruang yang ada di antara langit dan bumi. Shalat itu adalah nur (lentera), shadaqah adalah pembela, sabar adalah cahaya, dan Al-Qur'an menjadi pembela kamu atau musuh kamu. Setiap manusia bekerja, lalu dia menjual dirinya[2], kemudian pekerjaan itu dapat menyelamatkannya atau mencelakakannya”.

[HR. Muslim]

_______________________________

[1] Timbangan kebaikan pada hari kiamat.

[2] Menjual dirinya baik kepada Allah ta’ala dengan menta’ati-Nya atau kepada syetan dengan bermaksiat kepada-Nya.


Mutiara Hadits:

  1. Iman merupakan ucapan dan perbuatan, bertambah dengan amal saleh dan keta’atan dan berkurang dengan maksiat dan dosa.
  2. Amal perbuatan akan ditimbang pada hari kiamat dan dia memiliki beratnya.
  3. Bersuci merupakan syarat sahnya ibadah, karena itu harus diperhatikan.
  4. Menjaga shalat akan mendatangkan petunjuk dan memperbaiki kondisi seorang muslim terhadap manusia, membedakannya dengan akhlaknya dan perilakunya, kewara’annya dan ketakwaannya.
  5. Seruan untuk berinfaq pada jalan-jalan kebaikan dan bersegera melakukannya di mana hal tersebut merupakan pertanda benarnya keimanan.
  6. Anjuran untuk bersabar tatkala mengalami musibah, khususnya apa yang dialami seorang muslim karena perbuatan amar ma’ruf nahi munkar.
  7. Semangat membaca Al-Quran dengan pemahaman dan men-tadabbur-kan (merenungkan) maknanya, mengamalkan kandungan-kandungannya karena hal tersebut dapat memberi syafa'at bagi seorang hamba pada hari kiamat.
  8. Seorang muslim harus menggunakan waktu dan umurnya dalam keta’atan kepada Allah ta’ala serta tidak mengabaikan karena kesibukan lainnya.


Penjelasan:

Hadits ini memuat salah satu pokok Islam dan memuat salah satu dari kaidah penting Islam dan agama. Adapun yang dimaksud dengan kata “suci” ialah perbuatan bersuci.

Terdapat perbedaan pendapat tentang maksud kalimat “suci itu sebagian dari iman” yaitu: pahala suci merupakan sebagian dari pahala iman, sedangkan yang lain mengatakan bahwa yang dimaksud dengan iman di sini adalah shalat, sebagaimana firman Allah: “Allah tidak menyia-nyiakan iman (shalat) kamu”. (QS. 2: 143) Thaharah atau bersuci merupakan salah satu dari syarat sahnya shalat. Jadi, bersuci merupakan sebagian pekerjaan shalat. Kata “syatr” tidaklah mesti berarti betul-betul setengah, sekalipun ada yang berpendapat betul-betul setengah.


Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “(bacaan) alhamdulillaah memenuhi timbangan”, maksudnya besar pahalanya memenuhi timbangan orang yang mengucapkannya. Dalam Al-Qur’an dan Sunnah diterangkan tentang timbangan amal, berat dan ringannya. Begitu juga sabda shallallahu ‘alaihi wa sallam “(bacaan) subhaanallaah dan alhamdulillaah keduanya memenuhi ruang yang ada di antara langit dan bumi”. Hal ini karena besarnya keutamaan ucapan tersebut yang berisi menyucikan Allah dari segala sifat kekurangan dan cacat.

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Shalat itu adalah nur (lentera)“ maksudnya ialah shalat itu mencegah perbuatan maksiat, merintangi perbuatan-perbuatan keji dan mungkar, serta menunjukkan ke jalan yang benar, sebagaimana cahaya yang dijadikan orang sebagai penunjuk jalan. Sebagaian yang lain berpendapat bahwa yang dimaksudkan, shalat itu kelak akan menjadi petunjuk jalan bagi pelakunya di hari kiamat. Sedangkan sebagian yang lain lagi berpendapat bahwa shalat seseorang kelak akan menjadi cahaya yang memancar di wajahnya di hari kiamat, dan ketika di dunia menjadikan wajah pelakunya cemerlang, yang mana hal ini tidak diperoleh orang-orang yang tidak shalat. Wallaahu a’lam.


Tentang sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “shadaqah adalah pembela”, pengarang kitab At Tajrid mengatakan, maksudnya ialah dia akan membutuhkan pembelaan dari shadaqah (zakat)nya, sebagaimana ia membutuhkan pembelaan dengan berbagai bukti-bukti yang dapat menyelamatkannya dari hukuman. Seolah-olah seseorang jika kelak di hari kiamat dimintai tanggung jawab dalam membelanjakan hartanya, maka shadaqah (zakat)nya dapat menjadi pembela bagi dirinya dalam memberikan jawaban, misalnya ia berkata: “Aku gunakan hartaku untuk membayar zakat”.


Pendapat yang lain mengatakan bahwa maksudnya ialah shadaqah (zakat)nya menjadi bukti keimanan pelakunya, "shadaqah adalah bukti". Hal ini karena orang munafik tidak mau mengeluarkan zakat karena tidak meyakininya. Siapa yang mengeluarkan zakat, hal itu menunjukkan kekuatan imannya. Wallaahu a’lam.


Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “sabar adalah cahaya” maksudnya sabar itu sifat yang terpuji dalam agama yaitu sabar dalam melaksanakan ketaatan dan dalam menjauhi kemaksiatan. Demikian juga sabar menghadapi hal yang tidak disenangi di dunia ini. Maksudnya, sabar itu sifat terpuji yang selalu membuat pelakunya memperoleh petunjuk untuk mendapatkan kebenaran.


Ibrahim Al Khawash berkata: “Sabar yaitu teguh berpegang kepada Al Qur’an dan Sunnah”. Ada yang berkata: “Sabar yaitu teguh menghadapi segala macam cobaan dengan sikap dan perilaku yang baik”.


Abu ‘Ali Ad Daqqaq berkata: “Sabar yaitu sikap tidak mencela taqdir. Akan tetapi, sekedar menyatakan keluhan ketika menghadapi cobaan tidaklah dikatakan menyalahi sifat sabar”. Allah berfirman tentang kasus Nabi Ayyub: “Sungguh Kami mendapati dia seorang yang sabar, hamba yang sangat baik, dan orang yang suka bertobat”. (QS. Shaad: 44) Padahal Nabi Ayyub pernah mengeluh dengan berkata: “Sungguh bencana telah menimpaku dan Engkau (Ya Allah) adalah Tuhan yang paling berbelas kasih”. (QS. Al Anbiya’: 83) Wallaahu a’lam.


Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Al Qur’an menjadi pembela kamu atau musuh kamu” maksudnya jelas, yaitu bermanfaat jika kamu baca dan kamu amalkan, tetapi jika tidak, akan menjadi musuh kamu.

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Setiap manusia bekerja, lalu dia menjual dirinya, kemudian pekerjaan itu dapat menyelamatkannya atau mencelakakannya” maksudnya setiap orang bekerja untuk dirinya. Ada orang yang menjual dirinya kepada Allah dengan berbuat ketaatan kepada-Nya sehingga dirinya selamat dari adzab, seperti Allah firmankan: “Sungguh Allah membeli dari orang-orang mukmin jiwa dan harta mereka, sehingga mereka mendapatkan surga”. (QS. 9: 111)

Ada pula orang yang menjual dirinya kepada setan dan hawa nafsunya dengan mengikuti bisikan-bisikannya sehingga dirinya menjadi celaka. Ya Allah, berilah kami taufiq untuk melakukan amal ketaatan kepada-Mu dan jauhkanlah kami sehingga diri kami dapat terjauh dari perbuatan-perbuatan melanggar perintah-Mu.

Wallaahu a’lam.

Terakhir Diperbaharui ( Minggu, 29 Mei 2011 10:27 )  

< Index 40 Hadits Pilihan Nawawi >

Index Hadits Pilihan Nawawi

facebook/PanduanIslamSitus